Total Pageviews

Monday, February 13, 2012

Tips Membangun PC, (Part 1 Komponen Utama, Chapter c. Pemilihan Motherboard AMD Socket AM3 dan AM3+)

Motherboard untuk Processor AMD sifatnya lebih universal dibandingkan dengan motherboard untuk Processor Intel. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya kalau Intel mengeluarkan Processor seri baru, maka chipset motherboard dan soketnya juga harus mengikuti desain dan fungsi dari processor tersebut. Hal ini terkadang mempuat user resah, karena kalau hendak meng-upgrade processor tentu saja harus mengganti motherboardnya juga. Hal ini tidak terjadi dengan AMD. Dari semua chipset yang tersedia untuk AMD semuanya menggunakan soket AM3, atau sekarang menggunakan soket AM3+. Hal ini lebih memudahkan user untuk mengupgrade processornya sesuai kebutuhan tanpa harus mengganti motherboardnya. Seri motherboard yang tersedia untuk Processor AMD terdiri dari 760G, 770,  870, 880G, 890FX, 890GX, 970, 990X, dan 990FX. Banyaknya chipset yang dikeluarkan memperlihatkan bahwa AMD berkonsentrasi merenggut pasar kelas menengah ke bawah. Selain itu, AMD tetap mengedepankan keunggulan mereka di sisi grafik onboard. Hal ini terlihat dari kemampuan chip grafik yang kian cepat mendukung video dan audio HD. Perbedaan antara masing-masing chipset terletak dari fitur-fitur nya saja antara lain, support untuk USB 3.0 SATA 6.0, Support memory dual channel DDR3, dan seterusnya. 

Untuk soketnya sendiri seperti soket AM3 kompatibel untuk processor Phenom II, yang terdiri dari 4 dan 6 core. Jadi bagi user yang hendak mengupgrade processor, misalkan Phenom II 955BE 4 core hendak di upgrade ke processor 6 core seperti Phenom II 1090T, tidak akan ditemukan masalah. Tetapi bila user hendak meng-upgrade ke processor FX series terbaru, maka perlu menggunakan motherboard ber-soket AM3+, walaupun dari pihak penyedia motherboard meng-klaim bahwa motherboard AM3 dapat menggunakan processor FX series terbaru hanya dengan meng-update BIOS motherboard.




Contoh motherboard AMD merek Asrock, Gigabyte dan Asus




Contoh motherboard high end AMD merek Gigabyte, Asrock dan Asus

Best Regards

RD






Sunday, February 12, 2012

MIGAS 103 : Basic Knowledge Production

Setelah kita mempelajari Bagaimana Minyak itu di ketemukan maka sekarang saya akan membicarakan bagaimana Minyak Itu di Produksi. Kita sudah tau Bagaimana Prospect Geologist Memperkirakan Keberadaan Minyak pada suatu Field, Kita Sudah tau Bagaimana Drilling Engineer (Seperti Saya) membuat Sumur untuk mengakses formasi yang ada Hydrocarbonya. Nah Sekarang bagaimana Seorang Production Geologist dapat menentukan apakah sumur tersebut ada minyaknya atau tidak, kalaupun ada minyaknya apakah sumur tersebut ekonomis untuk di produksi. Nah Mari Kita Mulai.



Proses Produksi atau persiapan untuk produksi sebuah sumur sudah dimulai sejak pada tahap2 akhir Drilling, Saat Rig Mengebor di formasi yang diperkirakan ada kandungan Hydrocarbon maka, Geologist secara berkala menganalisa sample cutting di laboratorium mini yang berada di Rigsite. Cutting dianalisa apakah mengandung unsur Hydrocarbon atau tidak. Perlu saya Ingatkan disini saya adalah Drilling man bukan ahli Produksi, jadi maaf bila penjelasan mengenai Proses Produksi tidak begitu detail. Cutting yang tersisihkan di Shale Shaker diambil sebagian untuk samples dan di bawa ke Mud Lab, Disana Cutting di tetesi oleh Cairan Chlorothyne dan kemudian dimasukan kedalam UV Box, setelah lampu UV dinyalakan maka didalam UV Box sample cutting akan terlihat bercak-bercak berwarna agak putih ke-unguan. Warna tersebut menandakan “Oil Show” artinya formasi tersebut memang benar mengandung Minyak Bumi.



Setelah Beberapa sample dipastikan ada Oil Show maka Geologist akan menentukan posisi TD (Touch Down) terkahir dari Drill Bit. Setelah itu Akan dilakukan Run Casing produksi (umumnya 7 Inch) dan setelah di Semen, casing tersebut di Perforasi. Perforasi adalah proses pembolongan casing, hal ini dilakukan dengan menggunakan Wireline Unit, Wire lineunit akan menurunkan Cartridge yang telah dipenuhi oleh amunisi proyektil dan bahan peledak. Pada posisi yang di tentukan (Oleh Production Geologist) dari Wireline Unit akan dialirka listrik yang akan men-charge detonator dan meledakan bahan explosive yang akan menembakan proyektil-proyektil untuk menembus casing dan semen, sehingga ada lubang2 di seluruh dinding casing yang tembus ke Lapisan Formasi. Dari Lubang-Lubang Inilah Cairan Minyak dari Lapisan Formasi dapat mengalir kedalam casing bila nanti di Pompakan.



Setelah Perforasi dilakukan, maka berikutnya dilakukan memasukan down hole pump kedalam casing, yang fungsinya nanti memompa minyak keatas. Down hole pump ini terdiri dari rangkaian-rangakaian pipa yang diujungnya ada Pump barrel yang didalamnya ada pump plunger (konsepnya hampir sama seperti down hole configuration pada pompa air manual), dipermukaan tanah, rod yang terhubung oleh pump plunger, akan disambungkan dengan Beam Pump/Pumping Unit/Pompa Angguk, pompa angguk digerakan oleh motor listrik yg di Power up oleh sebuah genset. Sistem Down hole pump dengan pompa angguk ini hanya salah satu cara mengangkat minyak keatas, adalagi sistem ESP atau Electrical Submersible pump, atau Hydraulic Pump. Sistem Pompa Angguk merupaka system paling tua dan handal untuk mengangkat minyak.

 Contoh Skema Down Hole Pump Menggunakan Beam Pump di Permukaan

Contoh Skema Electrical Submersable Pump


Setelah minyak dapat diangkat keatas maka proses selanjutnya di sisi Surface facility, Seorang Facility Engineer harus dapat mendesign surface facility atau Gathering Station yang cocok untuk minyak yang akan di tampung disana. Perlu diingat begitu Minyak naik keatas, maka cost produksi sudah mulai berjalan saat itu juga, karena menampung minyak merupaka cost dasar dari seluruh cost produksi. Selama minyak masih diperut bumi belum keluar cost produksinya. Di surface facility minyak pertama kali harus melalui Gun Barrel Tank, fungsi Gun Barrel tank ini adalah memisahkan Minyak dari air dan gas. Perlu diingat bahwa hampir semua minyak yang dipompa kepermukaan selalu mengandung air dan gas pada level tertentu (berbeda-beda kadarnya pada setiap field) maka minyak harus dibersihkan di Gun Barrel Tank, Prinsip kerja Gun Barrel tank cukup sederhana yaitu menggunakan prinsip bahwa Air Lebih Berat Dari Minyak dan Minyak Lebih Berat dari Gas. Dengan mengandalakan prinsip dasar ini maka pemisahan minyak dari air dan gas dapat dilakukan. Sebenarnya masih ada beberapa teknologi lain yang juga dapat melakukan pekerjaan memisahakan minyak dari air dan gas, tapi saya rasa itu nanti kita bahas di sesi MIGAS 203 saja.
Setelah minyak dipisahkan dari air dan gas maka minyak dari gun barrel akan dialirkan ke tanki-tanki storage. Dari sini minyak dapat di Pipakan (pipeline) atau disngkut oleh truk (Trucking) ke point Of sales. Sebab tujuan utama dari semua ini adalah menjual minyak ke Kilang Minyak yang dituju.



Design sebuah Gathering Station akan unik menurut jenis minyak yang akan ditampung disana. Minyak dikalsifikasikan berdasarkan Nilai API-nya (American Petroleum Institute), semakin besar angka APInya semakin Cair minyak tersebut, semakin cair minyak tersebut semakin mudah dan murah minyak itu untuk ditransport dan diolah. Artinya Minyak dengan API tinggilah yang dicari-cari orang karena margin of Profit yang dihasilkan dari menjual minyak tersebut akan lebih besar. Minyak Sumatra Light Crude (SLC) pada umunya Berkisar API 30-40 (tergantung dari lapisan mana minyak tersebut berasal) memang ada beberapa blok minyak  di sumatera yang mempunyai API sedikit unik dari Umumnya. Selain Nilai API yang akan mempengaruhi sebuah design Gathering Station adalah unsur Inpuritiesnya. Unsur2unsur impurities umumnya akan menambah cost proses minyak pada Kilang nantinya. Contohnya… Bila suatu minyak dari Blok tertentu mengandung kadar Parafin yang tinggi maka minyak tersebut mempunyai sifat Gelling atau memebeku dengan cepat, maka Surface Facility yang di design harus meng-include system pemanas untuk mencegah minyak agar tidak membeku, sistem pemanas umunya menggunakan steam Coil atau Electrical Coil. Begitu juga saat di Pipelinekan atau di Trucking harus selalu ada system pemanas pada Truck ataupun Pipeline, yang semua ini artinya menambah cost dari produksi minyak tersebut. Selain Parafinic ada juga sifat Sulfuric yang membuat minyak ini mempunyai sifat Korosif. Maka Cairan Kimia harus ditambahkan pada storage minyak agar minyak dapat ditransfer dengan aman.
Bila kita memproduksi sesuatu kita tentu harus memperhitungkan Cadangan yang tersedia. Cadangan minyak dikalkulasi saat Drilling exploration Well. Proses ini ditentukan pada saat kita ambil sample Core. Sample Core didapat dengan mengerjakan Coring Job. Sample Core Batuan Formasi yang diambil akan dianalisa di Lab, dan dari analisa sifat batuan, struktur Pori, dan lain2 maka dapat dikalkulasi berapa cairan Hydrocarbon yang dapat ditampung per meter cubic, dari total luas dan tebal lapisan batu tersebut dalam  satu Blok MiGas maka dapat diprediksi berapa Barrel Minyak yang kemungkina tertampung disana. Semua ini nanti akan didapatkan estimasi cost per barrel dari extraksi Minyak atau Gas tersebut.
Cadangan Minyak Itu sendiri terbagi jadi dua, ada Recoverable Reserve dan Non Recoverable reserve, Reverable reserve adalah cadangan yang dapat diambil kepermukaan dengan cara2 konvensional (salah satunya cara yang saya sudah jelaskan diatas), seadngkan Non Recoverable reserve bukan berarti sama sekali tidak dapat diambil, tapi memerlukan teknologi khusus dan tentunya biaya yang lebih besar untuk mengambilnya, tahap mengambil Minyak yang dari Nonrecoverable Reserve disebut Enhance Oil Recovery (EOR).
Untuk Memahami Perbedaan antara Recoverable dan Non Recoverable OIl, bayangkan saja sebuah sponge mandi.. bila sponge kering anda masukan kedalam bak mandi dan anda angkat kembali kemudian anda peras sponge tersebut maka air akan keluar dari sponge tapi seberapaun anda peras sponge itu tetap pada akhirnya sponge tersebut masih basahkan.. nah Air dapat anda keluarkan dengan pemerasan dapat anda umpamakan sebagai Minyak yang dalam kategori Recoverable Reserve dan air yang masih tetap menempel di sponge sehingga membuat sponge terasa basah adalah Non recoverable Reserve, Tentunya Pada formasi batuan logikanya tidak sesederahan itu, tapi konsep dasar pengertiannya sama. Lebih detail menganai EOR dan hal-hal seperti ini nanti akan saya bahas di sesi MIGAS 203 saja kali yaa..

Begitulah Basic Knowledge Production pada Lapangan Oil and Gas

Friday, February 10, 2012

Bawahan yg baik atau atasan yg baik

Gw bekerja di sebuah bank plat merah yg cukup terkenal di Indonesia. Pada bulan Maret atau April 2011 kebetulan datang seorang kepala cabang baru yg menggantikan kepala cabang lama yg resign. BOS (kita sebut saja demikian) adalah seorang karyawan yg kabarnya cukup terkenal di kantor pusat karena (kabarnya lagi neh) kedekatannya dengan salah satu penggede di kantor pusat yg pada saat tulisan ini dibuat penggede itu telah pensiun.

BOS pada awalnya kelihatan seperti "menjanjikan". Tetapi ternyata kedepannya dia menjadi momok yg meresahkan bagi karyawan di cabang gw, khususnya untuk "orang2 cabang".

O ya, sebelumnya perlu gw beritahu dulu kalau cabang gw terdiri atas 4 bagian.
Bagian 1 biasa kita sebut cabang, yg tugasnya sama seperti bank konvensional lainnya yg bertugas untuk menghimpun dana dan memberikan pelayanan kepada nasabah yg ingin bertransaksi
Bagian 2 dan 3 biasa kita sebut bisnis unit yg tugasnya menyalurkan kredit kepada masyarakat dengan segmen yg berbeda
Bagian 4 kita sebut supporting unit, yg tugasnya memberikan support khususnya kepada bisnis unit
Nah, masing-masing bagian mempunyai kepala unitnya masing2. Nah, disinilah awal keresahan itu dimulai.
BOS mulai merasa kalau dirinya juga adalah ketua dari masing2 kepala unit, kemudian mulai membuat jarak antara cabang dengan bisnis unit, padahal pada era kepala cabang yg lama jarak itu bisa dibilang tidak ada, kami sangat kompak dulunya. Susah senang dirasa bersama. Saking gerahnya para kepala bisnis unit ini akhirnya memutuskan untuk menjauh secara kedinasan bahkan secara pribadi, tetapi kami bertiga tetap kompak (ups, ketahuan deh gw salah satunya...xixixixi). Puncaknya adalah pada saat briefing pagi, BOS, didepan semua orang, menyuruh-nyuruh kami seperti anak buahnya tanpa menyadari bahwa sebenarnya secara kedinasan kita ada di posisi yg sama, tidak ada yg lebih tinggi atau lebih rendah.

Keresahan yg kami rasakan ternyata dirasakan juga oleh orang2 cabang yg notabene adalah anak buah langsungnya BOS. Sering kami di bisnis unit dijadikan tempat untuk mencurahkan perasaan yg sudah teramat kesal terhadap BOS. Mulai dari pegawai yg sakit dan tidak dapat masuk kerja ternyata jatah cutinya dipotong selama dia tidak masuk karena sakit, peraturan-peraturan perusahaan yg dia tidak lakukan secara konsisten tetapi pada saat ada pegawai yg tidak melakukan, BOS dengan gampangnya marah atau minimal menyindir ditengah-tengah briefing sehingga mempermalukan pegawai tersebut. Pada saat penilaian pegawai, dimana seorang pegawai akan dinilai kinerjanya di tahun sebelumnya yg akan menentukan besar-kecilnya bonus yg akan diterima, si BOS banyak memberikan penilaian negatif kepada banyak pegawai karena "tidak jualan". Oh come on, masa iya seorang satpam dinilai dari berapa banyak dia telah berhasil mendapat nasabah baru dan menghasilkan dana berapa. Hal itu tidak ada di JOB DESC nya satpam.....ckckckckck

Puncak kekesalan yang kami rasakan baik di cabang maupun di bisnis unit adalah pada suatu hari (tidak lama sebelum tulisan ini dibuat), seorang supir cabang saat hari masih subuh mengirim sms untuk BOS, memberitahukan bahwa anaknya terkena DBD dan harus dibawa ke rumah sakit, meminta izin untuk tidak masuk kerja.
 Well, BOS dengan "dinginnya" membalas sms itu " kalau kamu dapat menghubungi M....Y (supir yg lain, karena di kantor gw ada 2 supir), baru kamu saya kasih izin".....Jadi ceritanya si BOS ada acara di kota propinsi, (kota tempat cabang kami adalah sebuah kotamadya yg letaknya diluar kota dan waktu tempuh ke kota propinsi selama 1 jam perjalanan), dan dia ingin agar ada yg menggantikan menjadi supirnya untuk menghadiri acara tersebut. What the f...k ?(pikir gw). Kebetulan pada hari itu gw sedang cuti sehingga hanya mendapat cerita dari rekan kantor. Tidak habis-habisnya gw maki-maki si BOS, malah gw berpikir sebentar lagi akan ada pegawai kantor yg khilaf, kemudian menyantet si BOS, tapi untungnya tidak ada...

TUHAN TIDAK TIDUR. Siang harinya BOS mendapat kabar dari jakarta kalau anaknya masuk rumah sakit juga, DBD....Dan dia langsung terbang ke jakarta pada saat itu juga, tidak dipersulit oleh atasanya...Bersyukur, si anak sudah sembuh sekarang, demikian juga anak si supir....THANKS GOD..

Gw pernah baca di sebuah artikel,  bawahan yg baik, kedepannya akan menjadi atasan yg baik pula, dan atasan yg baik adalah orang yg dulunya adalah bawahan yg baik pula. So, sudahkah kita menjadi Bawahan yg baik..? Atau Atasan yg baik...?

Salam
AOS

Thursday, February 9, 2012

Tips Membangun PC, (Part 1 Komponen Utama, Chapter c. Pemilihan Motherboard Intel Soket LGA 2011)

Ini adalah seri motherboard yang paling baru untuk menggunakan processor Intel Sandy Bridge E. Berbasis Chipset X79, motherboard ini mempunyai desain yang unik, berbeda dari desain-desain motherboard pada umumnya. Soket processornya berada di tengah-tengah diapit oleh soket RAM dengan sistem Quad Channel. Ini memang seri yang ditunggu oleh kaum enthusiast dan overclocker. Fitur terbaru dari motherboard ini adalah sudah memiliki Pcie 3.0 dan siap untuk mengusung teknologi VGA card terbaru untuk tahun 2012. Ukuran yang terdapat pada motherboard ini terdiri dari ukuran ATX sampai E-ATX. Masih dalam proses, tetapi EVGA siap untuk meluncurkan EVGA SR3 yang juga mempunyai ukuran HPTX.




Contoh motherboard X79 merek Gigabyte, Asus dan MSI


Contoh motherboard high end X79 merek Asus dan EVGA

Best Regards 

RD




Tips Membangun PC, (Part 1 Komponen Utama, Chapter c. Pemilihan Motherboard Intel Soket LGA 1155)

Motherboarrd dengan soket lga 1155 terdiri drari berbagai chipset seperti seri H67, P67, dan Z68 ini merupakan pengganti dari motherboard soket lga 1156, mempunyai fitur yang hampir sama dengan pendahulunya dan penambahan untuk support usb 3.0 di semua motherboard.

 H67 hampir sama dengan H55 yang memang di desain untuk menggunakan grafik onboard, sehingga juga tidak memerlukan VGA card. Begitupun P67 yang memang didesain untuk menggantikan P55, sehingga perubahan fungsi tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan pendahulunya. Z68 adalah chipset yang benar-benar baru untuk soket lga 1155. Keunikkan seri ini adalah pada saat idle grafik card dimatikan sistemnya agar dapat menngunakan grafik sistem onboard, sehingga penggunaan dayanya menjadi lebih hemat, dan juga seperti H67, motherboard ini juga dapat bekerja tanpa menggunakan VGA card. Keunggulan lain dari chipset ini adalah peningkatan kapasitas RAM dan juga peningkatan kerja untuk SSD yang lebih baik dibandingkan dengan P67 dan seri-seri sebelumnya.

Hampir sama pula dengan pendahulunya, seri high endnya juga menggunakan chipset NF200 untuk pengguna yang ingin menggunakan dual vga dengan speed 2x16.


Contoh motherboard P67 merek Gigabyte dan Asus

Contoh motherboard high end Z68 merek EVGA, Asus dan Gigabyte

Best Regards

RD

Tips Membangun PC, (Part 1 Komponen Utama, Chapter c. Pemilihan Motherboard Intel Soket LGA 1366)

Motherboard dengan soket Lga 1366 ato yang biasa disebut motherboard seri x58, untuk processor Intel Bloomfield, merupakan motherboard dengan fitur yang paling lengkap dikelasnya. Ciri-ciri khas yang melekat pada motherboard ini adalah memory triple chanelnya, dan kemampuan untuk mengusung dual vga dengan speed 2x16. Ukuran yang tersedia pada motherboard mulai dari M-ATX, ATX, E-ATX dan XL-ATX.

Untuk seri High End di kelas motherboard ini dapat menggunakan processor Gulftown dengan 6 corenya. EVGA bahkan mengeluarkan motherboard SR2 dengan ukuran HPTX dan dapat menggunakan 2 processor Gulftown dan dapat menggunakan 12 keping memory sekaligus dengan nilai maksimum 48GB.

Contoh motherboard X58 merek EVGA, Asus dan Gigabyte


Contoh motherboard high end merek EVGA dan Asus



Motherboard tercanggih di seri X58 EVGA Classified SR 2

Best Regards

RD






Wednesday, February 1, 2012

Tips Membangun PC, (Part 1 Komponen Utama, Chapter c. Pemilihan Motherboard Intel Soket LGA 1156)

Pemilihan motherboard cukup penting, mengingat banyaknya fitur dan gimmick yang di tawarkan oleh produsen motherboard. Oleh sebab itu sangat penting untuk membaca spesifikasi pada tiap-tiap motherboard sebelum membeli, baca review-review sampai anda yakin bahwa yang akan anda beli sesuai dengan harapan. Merek motherboard jumlahnya cukup beragam,  Asus, Gigabyte, MSI, EVGA, Asrock, Biostar, ECS, dan DFI, adalah merek yang dominan terdapat di Indonesia. Ukuran atau yang biasa di sebut form factor motherboard pun beragam, dari yang paling kecil Pico ITX, Nano ITX, Mini ITX, M-ATX (Micro ATX), dan Standard ATX. Beberapa Motherboard pada saat ini pun mempunyai beberapa ukuran baru yaitu E-ATX (Entended ATX) dan XL-ATX (Extra Large ATX).

Motherboard untuk processor Intel terdiri dari beberapa seri, untuk processor Clarkdale dan Lynnfield dapat menggunakan seri H55 dan P55. Pada seri motherboard ini diwajibkan untuk menggunakan memory DDR3 dan support untuk dual channel memory. H55 di desain untuk grafik on board, dan processor Clarkdale sendiri sudah mempunyai integrated graphic pada chipnya, sehingga tidak perlu menggunakan VGA Card. Pada motherboard ini biasanya hanya terdapat 1 PCI Express Lane, dengan ukuran Mini ITX, M-ATX sampai ATX saja.

Contoh motherboard H55 Mini ITX Merk Gigabyte

Contoh motherboard H55 M-ATX Merek Asus

Contoh motherboard H55 ATX Merek Gigabyte

Untuk motherboard seri P55 tidak lagi terdapat graphic on board. Motherboard seri ini support untuk semua processor Clarkdale dan Lynnfield. Spesifikasinya pun lebih luas lagi, beberapa diantaranya sudah support untuk USB 3.0, support untuk dual GPU Nvidia SLI atau AMD Crossfire (untuk user yang menginginkan menggunakan 2 VGA), dan bahkan pada seri high endnya, support untuk triple GPU, karena mempunyai chip NF200 untuk meningkatkan bandwith pada masing-masing PCI Express sehingga mampu meningkatkan speed lane nya menjadi 2x16(dual GPU) atau 3x8(triple GPU). Ukuran motherboard yang tersedia di seri ini M-ATX, ATX dan E-ATX.

Contoh motherboard P55 Merk Asus, MSI dan Gigabyte



Contoh motherboard high end P55 Merk Asus dan EVGA

Best Regards

RD